“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlahsalam penghormatan kepadanya.”
(Q.S. Al-Ahzab: 56)
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bersholawat untukku.”
[H.R. Tirmidzi dan Hakim]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika kalian mendengar orang yang adzan maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan dan bersholawatlah untukku karena barangsiapa yang bersholawat untukku sekali maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah wasilah (kedudukan mulia di surga) untukku, karena ia adalah suatu kedudukan di surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan semoga akulah hamba itu, maka barangsiapa yang memohon untukku wasilah maka ia berhak mendapatkan syafa’at.”
[H.R. Muslim]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Doa itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam.”
[H.R. Thabarani]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Fadhalah bin ‘Abid berkata:
“Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa”. Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang lainnya:
“Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.”
[H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang bersholawat atasku sekali, maka Allah akan bersholawatuntuknya sepuluh kali.”
[H.R. Muslim, Ahmad dan perawi hadits yang tiga]
Dan dari Abdurrahman bin ‘Auf -Radhiyallahu ‘Anhu- berkata:
“Saya telah mendatangi nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam ketika ia sedang sujud dan memperpanjang sujudnya. Beliau bersabda:
“Saya telah didatangi Jibril, ia berkata:
“Barangsiapa yang bersholawat untukmu, maka saya akan bersholawat untuknya dan barangsiapa yang memberi salam untukmu maka saya akan memberi salam untuknya, maka sayapun bersujud karena bersyukur kepada Allah.”
[H.R. Hakim,Ahmad dan Jahadhmiy]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Ya’qub bin Zaid bin Tholhah At-Taimiy berkata:
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Telah datang kepadaku (malaikat) dari Tuhanku dan berkata:
“Tidaklah seorang hamba yang bersholawat untukmu sekali kecuali Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali.”
Maka seseorang menuju kepadanya dan bertanya:
“Ya Rasulullah! Apakah saya jadikan seperdua doaku untukmu?”
Beliau menjawab:
“Jika anda mau”.
Lalu bertanya:
“Apakah saya jadikan sepertiga doaku?”
Beliau bersabda:
“Jika anda mau”
Ia bertanya:
“Kalau saya jadikan seluruh doaku?”
Beliau bersabda:
“Jika demikian maka cukuplah Allah sebagai motivasi dunia dan akhiratmu.”
[H.R. Al-Jahdhami, Al-Albani berkata: “Hadits Mursal dengan Isnad yang Shohih]
Dari Abdullah bin Mas’ud Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling menyampaikan salam kepadaku dari umatku.”
[H.R. Nasa’i dan Hakim]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang bersholawat untukku sekali maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali, diampuni sepuluh dosa-dosanya dan diangkat baginya sepuluh derajat.”
[H.R. Ahmad dan Bukhari, Nasa’i dan Hakim dan ditashih oleh Al-Albani]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Manusia yang paling utama di sisiku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat untukku.”
[H.R. Tirmidzi dan berkata: “Hasan ghorib dan H.R. Ibnu Hibban]
“Barangsiapa yang ketika mendengarkan adzan membaca:
“Ya Allah!! Tuhan pemilik adzan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah dan fadhilah dan bangkitkanlah ia pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan untuknya.”
Maka ia berhak mendapatkan syafa’at pada hari kiamat.
[H.R. Bukhari dalam shohihnya]






Tidak ada komentar:
Posting Komentar